Sunday, 16 August 2015

17 Agustus

 By : Qanith Kurniawan





hari ini 17 Agustus 2015 (iyyee udah tau...), matahari beranjak makin terik menghangatkan tiang2 besi yang kini diujungnya bertengger selembar merah putih. berkibar kibar gagah, di ayun ayun hembus angin...

sang "saka merah putih" mereka menyebutnya, tiap tahun saat ia mulai terlihat ramai bertebaran, dipinggir jalan, halaman sekolah atau rumah...penanda usia negriku kini bertambah sejak bung karno memerdekannya lewat secarik kertas lusuh kwarto. meskipun usianya tetap tak berubah di dua digit saja. orang orang menghormatinya...orang orang merayakannya. 

Thursday, 13 August 2015

Renovasi atau relokasi ?

Jasbog dulu


suasana jasbog dahulu



Jasbog, demikianlah kantin tempat kamimkan dahulu. Masih jelas di ingatan saat saya dan teman-teman menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk mengisi perut kami, utamanya saat ada mata kuliah MKu yang notabene ada di kawasan Jasbog ini. Begitu banyak penjual disana, begitu banyak mace-mace yang menggantungkan nasib disana. Ada penjual gorengan yang kerap TS jadikan tempat nongkrong bareng teman seangkatan. Ada juga penjual coto, es buah, dan banyak jenisnya. pokoknya, dulu itu jasbog menjadi tempat makan yang sangat direkomendasikan untuk mahasiswa unhas. Akan tetapi, itu berubah sejak 9 februari 2015 lalu.

Monday, 10 August 2015

Penggunaan Bahan Alam sebagai terapan “Amazing” dalam menghadapi masalah global di Indonesia

By : Mukarram Mudjahid


Sebagaimana kita ketahui masalah global yang trend dan ramai dibicarakan saat ini adalah masalah “Kanker” dan “Kenaikan BBM”. Tahukah Anda terdapat berjuta- juta spesies tumbuhan yang masih menjadi misteri dalam pemanfaatannya, dan telah kita ketahui bersama bahwa setiap tumbuhan terdapat zat aktif yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan ataupun dalam bidang lainnya, dan dalam artikel ini saya akan mencoba memberikan beberapa contoh tumbuhan alami yang sekarang terus dikembangkan dalam penelitian sebagai Terapan “Amazing” dalam menghadapi masalah global di Indonesia.

Dokter VS Farmasis ?

By : nur Alfi laila


Dokter dan farmasis. Keduanya adalah profesi di bidang kesehatan. Dokter yang mendiagnosa penyakit dan farmasis yang meresepkan obat. Tapi pada kenyataannya keduanya sepertinya berbeda di pandangan masyarakat.

Saya pun sering mendengar perbincangan dari beberapa orang.

Orang I : “anaknya kuliah dimana?”

Orang II : “Kedokteran”

Orang I : ( Wajahnya terperangah) “bagusnya itu. Nanti bisa jadi dokter.”

FARMASI DIBALIK TOPENG

By : Diana Fitria



Farmasi ? Apa itu farmasi ? Mungkin untuk sebagian orang, farmasi bukanlah sesuatu hal yang baru. Tetapi sebagian besar masyarakat, khususnya bagi mereka yang awam ketika ditanya mengenai hal yang berkaitan dengan farmasi, hanya sekitar 15% dari mereka yang bisa memberikan argument dan tanggapan mereka tentang farmasi. Faktanya, sebagian besar dari mereka memiliki anggapan yang sama tentang farmasi, yaitu mereka memandang farmasi dari segi prospek kerjanya dan alhasil dari pemikiran mereka, farmasi adalah mereka yang berprofesi sebagai penjual obat-obatan. Inilah suatu bentuk kenyataan pemikiran masyarakat tentang anggapan mereka mengenai farmasi.

Monday, 3 August 2015

UKT oh UKT


PMB (penerimaan mahasiswa baru) Unhas tahun ini kembali menerapkan kebijakan baru. Apakah gerangan itu ?? Jika tahun lalu untuk pertama kalinya diterapkan sistem UKT, dimana UKT 1 dan 2 itu untuk mahasiswa yang dinyatakan "kurang mampu" dan harus melalui tahap verifikasi. Lalu ada UKT 3 yang tak harus melewati proses verifikasi. UKT 1-3 merupakan UKT yang khusus ditujukan untuk pendafatr jalur SNMPTN, SBMPTN, dan POSK. Sedang untuk UKT 4 ditujukan untuki mahasiswa yang melamar beasiswa bidikmisi. Terakhir, ada UKT 5 yang khusus ditujukan untuk mahasiswa yang masuk melalui jalur JNS (Jalur Non-Subsidi)

Tuesday, 28 April 2015

Mahakarya dewi hygeia

Inaugurasi farmasi Unhas 2014 tahun ini mengangkat tema "Mahakarya dewi hygeia". sebuah tema yang sangat berbeda dari tahun sebelumnya yang mengangkat tema "Potret keberagaman dalam satu genggaman". Kembali ke tema tahun ini, siapa kah sebenarnya dewi Hygeia ??

Saturday, 25 April 2015

Inaugurasi Farmasi 2014, let's make it true

  Tahun lalu, mahasiswa fakultas farmasi universitas hasanuddin angkatan 2013 menampilkan sebuah persembahan inaugurasi yang sebelumnya merupakan hal yang jarang terjadi di farmasi yang terkenal merupakan prodi tersibuk di kampus merah. Tapi hal itu tak berarti mereka menampilkan ala kadarnya, tetapi mereka berhasil mengguncang Baruga A. Pangeran pettarani dengan suguhan tontonan yang luar biasa, bahkan membuat Baruga penuh sesak. Farmasi berhasil mengguncang penonton dan membuatnya inaugurasi farmasi disandingkan dengan inaugurasi dari FKM yang terkenal tiap tahunnya.

Sunday, 29 March 2015

"Love in Roma"



By : Nur Rahmah Masda

Kumasukkan sandi apartemenku lalu masuk ke dalam setelah pintunya terbuka. Aku tersenyum memandang sosok yang tertidur di sofa ungu ruang tamu. Lelaki tampan yang berstatus kakakku, kakak tiriku lebih tepatnya. Lucas Hamilton. Dia selalu seperti ini. Menunggu ku pulang ke rumah. Percayalah, aku benar-benar beruntung memiliki kakak seperti dia. Dia menyayangiku, bahkan bisa dibilang sangat menyayangiku. Sebenarnya aku tidak tega membangunkannya, tidurnya terlihat sangat pulas. Tapi, jika kubiarkan saat bangun dipagi hari seluruh tubuhnya pasti pegal-pegal. Ahh baiklah. Kuletakkan perlengkapan melukisku disamping rak sepatu lalu melangkah menghampiri kakakku tercinta.

Sunday, 22 March 2015

PP 51 Untuk Para Farmasis Indonesia



Oleh: Rizkiya Aprianti
 

Bagaimanapun juga keluarnya PP no 51 Tahun 2009 adalah apresiasi positif pemerintah terhadap layanan kesehatan dibidang kefarmasian. Demi pembangunan kesehatan manusia seutuhnya, maka PP ini bisa dikatakan sebagai bagian dari langkah pemerintah berbenah dalam pembangunan kesehatan, sehingga pembangunan kesehatan tidak hanya terkesan hanya bertumpuh pada satu pilar, yaitu ilmu kedokteran saja.

Seperti kita ketahui, tidak mungkin dalam menjalankan pembangunan dibidang kesehatan, kita hanya bertumpuh pada satu pilar saja, tetapi kita harus bisa saling melengkapi dan bersinergis. Peran apoteker di apotek yang selama ini masih ada yang hanya numpang nama saja, dengan PP ini diharapkan bisa lebih lagi dalam mengapresiasi profesinya dengan lebih berperan aktif didalam pembangunan kesehatan dengan menjalankan profesinya secara utuh. Sehingga peran para apoteker lebih bisa dirasakan secara lebih luas.

Percaya Diri dan Tahu Diri



Oleh: Muh. Carnegi Matondang




Bicara tentang seorang pemimpin, pasti yang terlintas di kepala kebanyakan orang adalah seorang presiden, gubernur, bupati, ketua, perdana, menteri, dsb. Sosok seorang pemimpin selalu dilihat dari jabatan yang dimilikinya saja. Tidak salah jika patokan orang untuk mengklaim seorang pemimpin itu berdasarkan kedudukan yang dimilikinya. Karena sejatinya seorang pemimpin adalah orang yang memimpin orang lain. Dan untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang ideal harus mempunyai jiwa kepemimpinan.

Mereka Jarang Ditemukan


Oleh : Fitri Rustam





Dunia kesehatan adalah suatu bagian yang sangat penting dan mendasar dalam kehidupan masyarakat di belahan dunia manapun. Berbicara tentang yang berperan di dalam dunia kesehatan ini, bila kita bertanya tentu saja masyarakat akan menjawab dialah dokter ataupun perawat dan bidan. Keberadaan apaoteker sampai hari ini sepertinya memang masih dipandang sebelah mata ataupun kurang dikenal oleh masyarakat. Seperti yang kita ketahui, pencitraan dalam sebuah keprofesian merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan profesi tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kehadiran dan Prestasi yang Membuatmu Terkenal


Oleh : Haeriah





           Di zaman sekarang ini kita dapat menemukan apotek dimana saja. Akan tetapi, tidak jarang juga kita menemukan apotek tanpa seorang apoteker. Hal ini sudah tidak asing lagi buat kita. Jika dikaji lebih lanjut hal ini merupakan suatu pelanggaran aturan yang telah ditetapkan dalam PP 51 tentang kefarmasian dimana kita ketahui bahwa jika terdapat suatu pelanggaran maka mendapatkan sanksi. Tetapi, hal tersebut juga tidak membuat orang-orang yang melakukan pelanggaran tersebut takut.

“No pharmacist no service”adalah slogan yang menggambarkan apa yang seharusnya terjadi tetapi, pada kenyataannya berbanding terbalik dengan hal tersebut. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap eksistensi seorang apoteker didunia kesehatan yang selalu menjadi topik perbincangan mengenai peran seorang apoteker dalam bidang kesehatan. Masyarakat bahkan sampai sekarang banyak yang tidak mengetahui farmasi dan perannya di dunia kesehatan. Sebenarnya yang membuat masyarakat tidak dapat mengetahui keberadaan seorang apoteker dan peran sebuah apoteker yaitu karena apoteker tersebut yang membuat dirinya tidak dikenal di masyarakat dalam hal ini bukan untuk memperkenalkan identitas pribadinya tetapi memperkenalkan tentang bidang profesinya.

Eksistensi Apoteker



 Oleh: Nur Rahmah Masda




Apoteker dan tenaga kesehatan lainnya bisa dibilang kalah pamor dengan dokter. Dokter dianggap berada di level yang lebih tinggi daripada tenaga kesehatan lainnya. Padahal, sebenarnya setiap profesi memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

Menilik pada kenyataan yang terjadi saat ini, paradigma masyarakat yang sejak dulu menganggap dokter sebagai dewa kesehatan tidak dapat dipungkiri. Hal inilah yang kadang menjadi alasan dokter tidak sepenuhnya salah atas situasi ini. Kenyataannya, memang dokterlah yang terjun di lapangan dan bertemu masyarakat. Apoteker dan tenaga kesehatan lain berada di belakang layar. Namun tindakan dokter-dokter “nakal” yang memonopoli peran juga tidak dapat dibenarkan.

Dokter Meracik Obat, Bolehkah??




Oleh: Mukarram Mudjahid











Pasal 22 :

Dalam hal ini di daerah terpencil yang tidak ada apotek, dokter atau dokter gigi yang telah memiliki Surat Tanda Registrasi mempunyai wewenang meracik dan menyerahkan obat kepada pasien yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Entah kapan dokter dan apoteker bisa hidup berdampingan secara seimbang di Indonesia. Padahal di luar negeri, profesi apoteker sama pentingnya dengan dokter. Dimana dokter yang mendiagnosa penyakit dari pasien dan apoteker lah yang bertanggung jawab dalam penulisan resep berdasarkan hasil diagnosa dokter.

Aquarium Kecil, Jalan Terdekat yang Dianggap Remeh



Oleh : Nurul Mukhlisah Nasir

 

 


Di dunia kesehatan, profesi yang katanya paling disegani dan mempunyai citra yang baik di mata masyarakat Indonesia adalah orang-orang yang berjas putih. Orang-orang jas putih itu dianggap sebagai tempat pertama yang akan dihubungi jika menyangkut masalah kesehatan. Padahal di dunia kesehatan, tak hanya ada orang-orang berjas putih, namun ada profesi-profesi lain yang mempunyai tanggung jawab di setiap aspek kesehatan. Misalnya, seorang apoteker yang bertanggungjawab di bagian obat-obatan, perawat yang bertanggung jawab di aspek keperawatan.

Monday, 16 March 2015

Apoteker Hanya sebagai “Tukang Obat” di Mata Masyarakat



Oleh: Melati Mekar Mewangi

 

 

Citra sebuah profesi di mata masyarakat menujukkan sejauh mana masyarakat mengenal dan merasa terbantu oleh profesi tersebut terutama dalam pelayanannya pada masyarakat. Semakin baik suatu pelayanan pada masyarakat maka citra tersebut akan baik pula. Sebenarnya apa sih itu citra? Apa sih itu pencitraan? Pencitraan sangat perlu untuk sebuah profesi tersebut dapat dikenal yang paling utama ialah dihargai oleh masyarakat. Namun pada kenyataannya profesi apoteker di Indonesia kurang dikenal oleh masyarakat. Jika ditanya mengenai apoteker kepada masyarakat, kebanyakan jawabannya ialah “tukang obat”.

Apa Kabar Farmasis Hari Ini?




Oleh: Amalia Pertiwi Akbar



Farmasis adalah seseorang yang ahli didalam obat-obatan dan umumnya adalah pakar kesehatan yang mengoptimalkan penggunaan obat kepada pasien untuk kesehatan yang lebih baik. Farmasi didefinisikan sebagai profesi yang menyangkut seni dan ilmu penyediaan bahan obat, dari sumber alam atau sintetik yang sesuai, untuk disalurkan dan digunakan pada pengobatan dan pencegahan penyakit.

Lapangan pekerjaan seorang farmasis sangat luas, tidak hanya menjadi seorang apoteker di apotek-apotek tetapi seorang farmasis banyak yang bekerja di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), di industry-industri khususya industri obat-obatan, di bank, dll.

Eksistensi Farmasi


Oleh: Amrianto






Keberadaan farmasi di zaman sekarang kian hari kian meningkat, mungkin hanya dari data kuantitatifnya, namun dari data kualitatifnya tidak ada perubahan yang signifikan. Hanya sebagian besar masyarakat mengenal apa itu farmasi. Padahal farmasi adalah profesi yang sangat dibutuhkan.

Pemimpin : “IYA”, bukan tentang “Yang Seharusnya IYA”

Oleh: Diana Fitria



PEMIMPIN, Satu kata yang tersusun dari rangkaian huruf, kata sederhana namun melahirkan suatu makna yang diagung-agungkan. Pemimpin ini adalah sosok yang didengarkan, bukan tentang yang “seharusnya” didengarkan. Mutlaknya pemimpin bersifat representatif, bukan tentang yang “sengaja” di-representatifkan. Harus diakui, representatif dalam suatu kelompok bukanlah hal yang mudah.

JAMUR AJAIB

By : Jabal Rachmat

     Alkisah, ada seorang ibu yang amat sangat sedih ditinggal mati oleh anaknya yang masih bayi. Saking sedihnya, dia pun memutuskan untuk nekat ke seorang dukun yang terkenal mampu mengabulkan permintaan orang yang datang kepadanya.Saat ia tiba di rumah dukun terkenal tersebut, dia sempat takut dengan suasana yang ada. Akan tetapi ketakutannya seketika pudar ketika ia membayangkan anak satu-satunya tersbut dapat kembali hadir di dunia ini berkat pertolongan sang duku terkenal.
   Sang dukun ternyata sudah tahu maksud kedatangan sang ibu, tanpa perlu berlama-lama dia segera berkata kepada wanita tersebut "Aku akan menghidupkan kembali anakmu, dengan syarat, kau harus memberikan kepadaku jamur yang berwarna kecoklatan yang tumbuh di halaman keluarga yang tak kenal dengan kesedihan:". Si wanita tua tersbut pun menyanggupi permintaan si dukun terkenal demi untuk menghidupkan anaknya yang meninggal.

Garam

 By : Jabal Rachmat H.

  Alkisah, ada seorang pemuda yang mengalami depresi berat. Dia mengalami begitu banyak masalah yang dataang silih berganti. Dia merasakan bahwa hidupnya sangat sulit. Dia pun memutuskan untuk bertemu dengan seorang bijak. Saat sampai di rumah sang bijak, si pemuda berkata pada sang bijak "Wahai orang yang terkenal bijak, saya mengalami begitu banyak masalah. Tuhan sudah tidak sayang lagi sama saya. Dia membenci saya. Saya rasa, hidup saya sudah tak ada artinya lagi. Apa yang harus saya lakukan ??". Sang bijak langsung tersenyum, alih-alih menjawab pertanyaan sang pemuda, dia malah mengajak pemuda tersebut ke tepi sebuah danau.

Mataku sepanjang jalan ini

By : Jabal Rachmat H.

    Pagi ini aku membereskan barang-barangku.Aku mempersiapkan barangku untuk kubawa ke tempatku kuliah.Kubuka jendela kamarku, aku hisap udara desa kecilku pagi ini, begitu dingin tapi sanggup menyembuhkan dahagaku pagi ini.Kuhirup lagi udara asli buatan alam ini, kutahan nafasku, kucoba merasakan indahnya rasa udara ini.Lalu kubuang nafasku.Lalu kutarik nafasku untuk ketiga kalinya, Kali ini aku lebih serakah, Kuhirup denan rakus karena takkan ada yang marah. Takkan ada yang marah apalagi akan mengadiliku hanya karena menghirup udara desaku dengan serakah dan rakus. Kucoba memenuhi paru-paru hingga lambungku dengan udara sejuk ini. Kurasakan tenggorakanku sesak dengan udara pagi ini tanpa takut itu akan membuat tenggorokanku akan tercekik.Itulah ritual yang harus kulakukan ketika aku bangun pagi.

Ada yang kurindukan

 By : Jabal rachmat H.


Ada yang kurindukan dari hari hari itu
Ada yang kurindukan dari orang orang itu
Ada yang kurindukan dari sebab sebab itu
Ada yang kurindukan daritempat tempat itu

The Real "SUCCESS"

 By : Jabal Rachmat H.





     Sukses, sebuah kata yang selalu dikerja oleh tiap orang. jangankan generasi muda, bahkan orang yang bisa dikatakan telah berumur pun masih mencari-carinya. Apakah sebenarnya sukses itu ?? Sebuah pertanyaan yang sulit ditemukan jawabannya karena sifat sukses yang relatif.

Thursday, 12 March 2015

KISAH DALAM SEBUNGKUS NASI KUNING


 By : Jabal rachmat Hidayatullah

 #1. Perutku serasa sedang bernyanyi seriosa pagi ini, tandanya dia sudah kelaparan dan meminta untuk diisi ulang. Aku melongo keluar jendela kamar kostku yang sempit, tak ada apa-apa di luar, mataku kini beraksi memeriksa keadaan di luar sana. Akhirnya, aku dapat melihat seorang penjual nasi kuning yang ternyata dengan semangatnya telah menggelar dagangannya pagi itu.

Wednesday, 4 March 2015

Kita hari ini

By : Jabal Rachmat


**Mari sejenak kita merenung dari banyaknya tugas yang harus kita selesaikan. Mari sejenak kita berpikir dari bertumpuknya laporan yang wajib dikumpulan. Mari sejenak kita lupakan dari banyaknya lab yang tak boleh ditinggalkan. Mari sejenak kita kembali mengenang dari bertambahnya pantulan yang membuat kita pusing.

**Tak usah kita saling berangkulan tangan lagi. Tak usah kita berpegangan tangan lagi. Cukup pejamkan matamu dan resapi. Cukup dengan tutup matamu dan hayati. Apa yang telah kau leawti selama ini. Apa yang sudah kau jalani selama ini. Bersama siapa kau ?? Dengan siapa kau ?? Tak ada jawabann yang akan menjawab, "laporan". Tak akan ada jawaban yang menjawab, "Pantulan".

Sunday, 1 March 2015

Because We Miss You

By : Zindy regita


Errrggg it looks like I'm too over?
Sepertinya teman-temanku tidak seperti saya.
Bukan..
Bukan bermaksud mengatakan kalau mereka tidak berduka.
Hanya saja...

OBAT (Orientasi Bina Akhlak Terpadu)


 By : Qanith kurniawan A.K.A Niwax

OBAT adalah salah satu bagian dari aktifitas pengkaderan bagi Mahasiswa Farmasi universitas Hasanuddin. yang harus diikuti oleh setiap calon calon kader farmasi setelah melewati fase pertama yaitu P2MB (pengenalan dan pembinaan Mahasiswa baru) dan fase kedua yaitu RESEP (Reformulasi Sikap Etika dan Prilaku). Dan selanjutnya di OBAT(Orientasi Bina Akhlak Terpadu) ini. jadi seolah ada kesan unik yang digambarkan dengan kalimat “setelah ambil Resep, pergi ambil Obat” hehehe. Anak Farmasi memang kreatif.

Tuesday, 17 February 2015

Selamat jalan....ABDUL GAFFAR

By : Qanith Kurniawan A.K.A Niwax


Masih terkenang Pagi itu, tepatnya pukul 07.55...
ketika kuliah yang kadang kadang menjadi “nina bobo” belum dimulai, menunggu dosen diruang kelas sambil berselancar didunia maya. mendadak dari HP muncul panggilan dari salah satu sahabat, mengabarkan suatu hal tentang dirimu Gaffar, yang tiba tiba membuat jantung berdegup keras...”sangat kaget”  mungkin kata yang lebih tepat.

“niwa’.. meninggal mi Gaffar, tadi pagi ...”

HUAAA...!!!

By : Qanith kurniawan A.K.A Niwax

 

Assalamualaikum wa rahmatullahi wabarakatuh...!



Aahhh...tidak terasa sudah ada berbulan bulan sejak terakhir kali nulis notes di mari, kalo gak salah hari hari setelah lebaran tahun 2014 lalu. Saat itu banyak hal yang membuat pemilik akun yang kece ini (kurang lebih begitu...hehe) agak malas dan ogah-ogahan lagi buat nulis panjang kali lebar seperti notes notes sebelumnya.

Entah lah bila teman teman yang biasanya baca tulisan saya yang berupa cerita “true story”, opini, sekedar curcol maupun yang sifatnya mengarah ke da’wah islamiyyah sudah beralih kiblat ke SocMed yang laen. Dianggap lebih keren dengan menggunakan media media tersebut dan yang pastinya “lagi trend-trendnya”. Ah sudahlah...lagian siapa juga friend’s pesbuk yang mau jadi pembaca setia tulisan amburadul saya....hiks! *lupakang ma’..*

Mari makan bersamaku



Pagi ini, aku terbangun dari tidur nyenyakku. Aku dibangunkan alarm handphone-ku, kuperhatikan catatan yang ada, "rapat angkatan" begitulah yang tertulis. Aku mengucek mataku kembali. Aku agak malas mendengar kata itu. "Tak usah hadir", "tak ada gunanya" si tanduk merah kembali membisikkan mantra keramatnya di telingaku. Aku mulai ditariknya ke pusat gravitsa pagi, kasur.

Mari saya kerjakan untukmu







Terkadang kita melihat seorang teman yang kesulitan dan bahkan bisa dikatan dia dalam posisi "di ujung tanduk". Akan tetapi, kita mendiamkannya saja. Membiarkan teman kita tersebut menderita sendiri dengan berdalih "Maaf, saya juga sibuk", "Maaf, tapi saya tak kenal siapa kamu", "Maaf, tapi saya punya tugas yang banyak". Itulah kita, tanpa kita sadari, baik mau mengakui maupun tidak.

Pemuda dan ahli berlian

By : Jabal Rachmat




Alkisah, ada seorang pemuda yang amat ingin menjadi seorang berlian. Di kota tempat tinggalnya, ada seorang ahli berlian yang amat terkenal dan baik hati. Dia memutuskan untuk berguru pada ahli berlian tersebut. Saat sampai di tempat ahli berlian itu, sang pemuda langsung berkata "wahai ahli berlian, ajarkanlah aku cara membuat berlian yang indah". Sang ahli berlian tak banyak bicara, ia langsung mengambil selembar kain dan sebongkah batu, lalu memberinya pada pemuda tersebut. "Tutuplah matamu dengan kain ini lalu peganglah batu ini". Lalu si pemuda pun melaksanakan yang diperintahkan oleh si ahli berlian tadi.

Sunday, 15 February 2015

Manfaat Buah Manggis Untuk Kesehatan

 By : A. Rezky ramdhani

 

 


Buah manggis adalah buah yang berasal dari Indonesia dan negara-negara yang beriklim tropis. Selain di Indonesia, buah manggis juga banyak terdapat di negara Malaysiam Thailand, SIngapura, Vietnam. Buah Manggis mempunyai nama ilmiah sebagai Garcinia Mangostana.
Manggis terdiri dari 3 bagian utama. 3 Bagian tersebut antara lain adalah kulit manggis yang ungu, dan mempunyai daging yang berwarna putih yang terdiri dari segmen-segmen yang mirip seperti biah jeruk. Kulit luar manggis bernama pericarp, terkadang sangat sulit ketika dibuka karena terkadang keras.
Buah Manggis selain rasanya yang sangat manis juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Di antara banyak manfaat manggis tersebut antara lain adalah:

Dia Sudah Pergi...

By : Zindy Regita


Ciyee, yang lagi pegang kuenya :')
We are we are we are we are...

Made by your friend. I'm crying..
Selamat jalan kak.
20 Desember 1995 - 12 Februari 2015
February 14th, 2015

Jenuh.

By : Zindy regita
     Jadi mahasiswa itu melelahkan, apalagi mahasiswa tahun pertama alias maba. Kepalaku sakit. Terlalu banyak yang harus dipikirkan, terlalu banyak yang harus dikerjakan, terlalu banyak yang harus dikorbankan. Aku jenuh? Ya. Kepalaku sakit. Entah faktornya apa. Mungkin saja karena terlalu banyak hal yang bergentayangan di otak ini. Benar-benar memusingkan.
     Terkadang aku berpikir, "kenapa begini banget sih?" "rempong banget jadi maba"
   
      Lelah. Aku butuh waktu untuk bermain, nonton film, baca novel, dan semua hal menyenangkan lainnya. Ya, hari ini aku mendapatkan sedikit "jatah waktu" untuk menonton film mengharukan Miracle in Cell No. 7 yang direkomendasikan oleh teman-temanku. Tapi tetap saja, kepalaku sakit.
      Ada apa sebenarnya?