Sunday, 29 March 2015

"Love in Roma"



By : Nur Rahmah Masda

Kumasukkan sandi apartemenku lalu masuk ke dalam setelah pintunya terbuka. Aku tersenyum memandang sosok yang tertidur di sofa ungu ruang tamu. Lelaki tampan yang berstatus kakakku, kakak tiriku lebih tepatnya. Lucas Hamilton. Dia selalu seperti ini. Menunggu ku pulang ke rumah. Percayalah, aku benar-benar beruntung memiliki kakak seperti dia. Dia menyayangiku, bahkan bisa dibilang sangat menyayangiku. Sebenarnya aku tidak tega membangunkannya, tidurnya terlihat sangat pulas. Tapi, jika kubiarkan saat bangun dipagi hari seluruh tubuhnya pasti pegal-pegal. Ahh baiklah. Kuletakkan perlengkapan melukisku disamping rak sepatu lalu melangkah menghampiri kakakku tercinta.

Sunday, 22 March 2015

PP 51 Untuk Para Farmasis Indonesia



Oleh: Rizkiya Aprianti
 

Bagaimanapun juga keluarnya PP no 51 Tahun 2009 adalah apresiasi positif pemerintah terhadap layanan kesehatan dibidang kefarmasian. Demi pembangunan kesehatan manusia seutuhnya, maka PP ini bisa dikatakan sebagai bagian dari langkah pemerintah berbenah dalam pembangunan kesehatan, sehingga pembangunan kesehatan tidak hanya terkesan hanya bertumpuh pada satu pilar, yaitu ilmu kedokteran saja.

Seperti kita ketahui, tidak mungkin dalam menjalankan pembangunan dibidang kesehatan, kita hanya bertumpuh pada satu pilar saja, tetapi kita harus bisa saling melengkapi dan bersinergis. Peran apoteker di apotek yang selama ini masih ada yang hanya numpang nama saja, dengan PP ini diharapkan bisa lebih lagi dalam mengapresiasi profesinya dengan lebih berperan aktif didalam pembangunan kesehatan dengan menjalankan profesinya secara utuh. Sehingga peran para apoteker lebih bisa dirasakan secara lebih luas.

Percaya Diri dan Tahu Diri



Oleh: Muh. Carnegi Matondang




Bicara tentang seorang pemimpin, pasti yang terlintas di kepala kebanyakan orang adalah seorang presiden, gubernur, bupati, ketua, perdana, menteri, dsb. Sosok seorang pemimpin selalu dilihat dari jabatan yang dimilikinya saja. Tidak salah jika patokan orang untuk mengklaim seorang pemimpin itu berdasarkan kedudukan yang dimilikinya. Karena sejatinya seorang pemimpin adalah orang yang memimpin orang lain. Dan untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang ideal harus mempunyai jiwa kepemimpinan.

Mereka Jarang Ditemukan


Oleh : Fitri Rustam





Dunia kesehatan adalah suatu bagian yang sangat penting dan mendasar dalam kehidupan masyarakat di belahan dunia manapun. Berbicara tentang yang berperan di dalam dunia kesehatan ini, bila kita bertanya tentu saja masyarakat akan menjawab dialah dokter ataupun perawat dan bidan. Keberadaan apaoteker sampai hari ini sepertinya memang masih dipandang sebelah mata ataupun kurang dikenal oleh masyarakat. Seperti yang kita ketahui, pencitraan dalam sebuah keprofesian merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan profesi tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kehadiran dan Prestasi yang Membuatmu Terkenal


Oleh : Haeriah





           Di zaman sekarang ini kita dapat menemukan apotek dimana saja. Akan tetapi, tidak jarang juga kita menemukan apotek tanpa seorang apoteker. Hal ini sudah tidak asing lagi buat kita. Jika dikaji lebih lanjut hal ini merupakan suatu pelanggaran aturan yang telah ditetapkan dalam PP 51 tentang kefarmasian dimana kita ketahui bahwa jika terdapat suatu pelanggaran maka mendapatkan sanksi. Tetapi, hal tersebut juga tidak membuat orang-orang yang melakukan pelanggaran tersebut takut.

“No pharmacist no service”adalah slogan yang menggambarkan apa yang seharusnya terjadi tetapi, pada kenyataannya berbanding terbalik dengan hal tersebut. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap eksistensi seorang apoteker didunia kesehatan yang selalu menjadi topik perbincangan mengenai peran seorang apoteker dalam bidang kesehatan. Masyarakat bahkan sampai sekarang banyak yang tidak mengetahui farmasi dan perannya di dunia kesehatan. Sebenarnya yang membuat masyarakat tidak dapat mengetahui keberadaan seorang apoteker dan peran sebuah apoteker yaitu karena apoteker tersebut yang membuat dirinya tidak dikenal di masyarakat dalam hal ini bukan untuk memperkenalkan identitas pribadinya tetapi memperkenalkan tentang bidang profesinya.

Eksistensi Apoteker



 Oleh: Nur Rahmah Masda




Apoteker dan tenaga kesehatan lainnya bisa dibilang kalah pamor dengan dokter. Dokter dianggap berada di level yang lebih tinggi daripada tenaga kesehatan lainnya. Padahal, sebenarnya setiap profesi memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

Menilik pada kenyataan yang terjadi saat ini, paradigma masyarakat yang sejak dulu menganggap dokter sebagai dewa kesehatan tidak dapat dipungkiri. Hal inilah yang kadang menjadi alasan dokter tidak sepenuhnya salah atas situasi ini. Kenyataannya, memang dokterlah yang terjun di lapangan dan bertemu masyarakat. Apoteker dan tenaga kesehatan lain berada di belakang layar. Namun tindakan dokter-dokter “nakal” yang memonopoli peran juga tidak dapat dibenarkan.

Dokter Meracik Obat, Bolehkah??




Oleh: Mukarram Mudjahid











Pasal 22 :

Dalam hal ini di daerah terpencil yang tidak ada apotek, dokter atau dokter gigi yang telah memiliki Surat Tanda Registrasi mempunyai wewenang meracik dan menyerahkan obat kepada pasien yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Entah kapan dokter dan apoteker bisa hidup berdampingan secara seimbang di Indonesia. Padahal di luar negeri, profesi apoteker sama pentingnya dengan dokter. Dimana dokter yang mendiagnosa penyakit dari pasien dan apoteker lah yang bertanggung jawab dalam penulisan resep berdasarkan hasil diagnosa dokter.

Aquarium Kecil, Jalan Terdekat yang Dianggap Remeh



Oleh : Nurul Mukhlisah Nasir

 

 


Di dunia kesehatan, profesi yang katanya paling disegani dan mempunyai citra yang baik di mata masyarakat Indonesia adalah orang-orang yang berjas putih. Orang-orang jas putih itu dianggap sebagai tempat pertama yang akan dihubungi jika menyangkut masalah kesehatan. Padahal di dunia kesehatan, tak hanya ada orang-orang berjas putih, namun ada profesi-profesi lain yang mempunyai tanggung jawab di setiap aspek kesehatan. Misalnya, seorang apoteker yang bertanggungjawab di bagian obat-obatan, perawat yang bertanggung jawab di aspek keperawatan.

Monday, 16 March 2015

Apoteker Hanya sebagai “Tukang Obat” di Mata Masyarakat



Oleh: Melati Mekar Mewangi

 

 

Citra sebuah profesi di mata masyarakat menujukkan sejauh mana masyarakat mengenal dan merasa terbantu oleh profesi tersebut terutama dalam pelayanannya pada masyarakat. Semakin baik suatu pelayanan pada masyarakat maka citra tersebut akan baik pula. Sebenarnya apa sih itu citra? Apa sih itu pencitraan? Pencitraan sangat perlu untuk sebuah profesi tersebut dapat dikenal yang paling utama ialah dihargai oleh masyarakat. Namun pada kenyataannya profesi apoteker di Indonesia kurang dikenal oleh masyarakat. Jika ditanya mengenai apoteker kepada masyarakat, kebanyakan jawabannya ialah “tukang obat”.

Apa Kabar Farmasis Hari Ini?




Oleh: Amalia Pertiwi Akbar



Farmasis adalah seseorang yang ahli didalam obat-obatan dan umumnya adalah pakar kesehatan yang mengoptimalkan penggunaan obat kepada pasien untuk kesehatan yang lebih baik. Farmasi didefinisikan sebagai profesi yang menyangkut seni dan ilmu penyediaan bahan obat, dari sumber alam atau sintetik yang sesuai, untuk disalurkan dan digunakan pada pengobatan dan pencegahan penyakit.

Lapangan pekerjaan seorang farmasis sangat luas, tidak hanya menjadi seorang apoteker di apotek-apotek tetapi seorang farmasis banyak yang bekerja di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), di industry-industri khususya industri obat-obatan, di bank, dll.

Eksistensi Farmasi


Oleh: Amrianto






Keberadaan farmasi di zaman sekarang kian hari kian meningkat, mungkin hanya dari data kuantitatifnya, namun dari data kualitatifnya tidak ada perubahan yang signifikan. Hanya sebagian besar masyarakat mengenal apa itu farmasi. Padahal farmasi adalah profesi yang sangat dibutuhkan.

Pemimpin : “IYA”, bukan tentang “Yang Seharusnya IYA”

Oleh: Diana Fitria



PEMIMPIN, Satu kata yang tersusun dari rangkaian huruf, kata sederhana namun melahirkan suatu makna yang diagung-agungkan. Pemimpin ini adalah sosok yang didengarkan, bukan tentang yang “seharusnya” didengarkan. Mutlaknya pemimpin bersifat representatif, bukan tentang yang “sengaja” di-representatifkan. Harus diakui, representatif dalam suatu kelompok bukanlah hal yang mudah.

JAMUR AJAIB

By : Jabal Rachmat

     Alkisah, ada seorang ibu yang amat sangat sedih ditinggal mati oleh anaknya yang masih bayi. Saking sedihnya, dia pun memutuskan untuk nekat ke seorang dukun yang terkenal mampu mengabulkan permintaan orang yang datang kepadanya.Saat ia tiba di rumah dukun terkenal tersebut, dia sempat takut dengan suasana yang ada. Akan tetapi ketakutannya seketika pudar ketika ia membayangkan anak satu-satunya tersbut dapat kembali hadir di dunia ini berkat pertolongan sang duku terkenal.
   Sang dukun ternyata sudah tahu maksud kedatangan sang ibu, tanpa perlu berlama-lama dia segera berkata kepada wanita tersebut "Aku akan menghidupkan kembali anakmu, dengan syarat, kau harus memberikan kepadaku jamur yang berwarna kecoklatan yang tumbuh di halaman keluarga yang tak kenal dengan kesedihan:". Si wanita tua tersbut pun menyanggupi permintaan si dukun terkenal demi untuk menghidupkan anaknya yang meninggal.

Garam

 By : Jabal Rachmat H.

  Alkisah, ada seorang pemuda yang mengalami depresi berat. Dia mengalami begitu banyak masalah yang dataang silih berganti. Dia merasakan bahwa hidupnya sangat sulit. Dia pun memutuskan untuk bertemu dengan seorang bijak. Saat sampai di rumah sang bijak, si pemuda berkata pada sang bijak "Wahai orang yang terkenal bijak, saya mengalami begitu banyak masalah. Tuhan sudah tidak sayang lagi sama saya. Dia membenci saya. Saya rasa, hidup saya sudah tak ada artinya lagi. Apa yang harus saya lakukan ??". Sang bijak langsung tersenyum, alih-alih menjawab pertanyaan sang pemuda, dia malah mengajak pemuda tersebut ke tepi sebuah danau.

Mataku sepanjang jalan ini

By : Jabal Rachmat H.

    Pagi ini aku membereskan barang-barangku.Aku mempersiapkan barangku untuk kubawa ke tempatku kuliah.Kubuka jendela kamarku, aku hisap udara desa kecilku pagi ini, begitu dingin tapi sanggup menyembuhkan dahagaku pagi ini.Kuhirup lagi udara asli buatan alam ini, kutahan nafasku, kucoba merasakan indahnya rasa udara ini.Lalu kubuang nafasku.Lalu kutarik nafasku untuk ketiga kalinya, Kali ini aku lebih serakah, Kuhirup denan rakus karena takkan ada yang marah. Takkan ada yang marah apalagi akan mengadiliku hanya karena menghirup udara desaku dengan serakah dan rakus. Kucoba memenuhi paru-paru hingga lambungku dengan udara sejuk ini. Kurasakan tenggorakanku sesak dengan udara pagi ini tanpa takut itu akan membuat tenggorokanku akan tercekik.Itulah ritual yang harus kulakukan ketika aku bangun pagi.

Ada yang kurindukan

 By : Jabal rachmat H.


Ada yang kurindukan dari hari hari itu
Ada yang kurindukan dari orang orang itu
Ada yang kurindukan dari sebab sebab itu
Ada yang kurindukan daritempat tempat itu

The Real "SUCCESS"

 By : Jabal Rachmat H.





     Sukses, sebuah kata yang selalu dikerja oleh tiap orang. jangankan generasi muda, bahkan orang yang bisa dikatakan telah berumur pun masih mencari-carinya. Apakah sebenarnya sukses itu ?? Sebuah pertanyaan yang sulit ditemukan jawabannya karena sifat sukses yang relatif.

Thursday, 12 March 2015

KISAH DALAM SEBUNGKUS NASI KUNING


 By : Jabal rachmat Hidayatullah

 #1. Perutku serasa sedang bernyanyi seriosa pagi ini, tandanya dia sudah kelaparan dan meminta untuk diisi ulang. Aku melongo keluar jendela kamar kostku yang sempit, tak ada apa-apa di luar, mataku kini beraksi memeriksa keadaan di luar sana. Akhirnya, aku dapat melihat seorang penjual nasi kuning yang ternyata dengan semangatnya telah menggelar dagangannya pagi itu.

Wednesday, 4 March 2015

Kita hari ini

By : Jabal Rachmat


**Mari sejenak kita merenung dari banyaknya tugas yang harus kita selesaikan. Mari sejenak kita berpikir dari bertumpuknya laporan yang wajib dikumpulan. Mari sejenak kita lupakan dari banyaknya lab yang tak boleh ditinggalkan. Mari sejenak kita kembali mengenang dari bertambahnya pantulan yang membuat kita pusing.

**Tak usah kita saling berangkulan tangan lagi. Tak usah kita berpegangan tangan lagi. Cukup pejamkan matamu dan resapi. Cukup dengan tutup matamu dan hayati. Apa yang telah kau leawti selama ini. Apa yang sudah kau jalani selama ini. Bersama siapa kau ?? Dengan siapa kau ?? Tak ada jawabann yang akan menjawab, "laporan". Tak akan ada jawaban yang menjawab, "Pantulan".

Sunday, 1 March 2015

Because We Miss You

By : Zindy regita


Errrggg it looks like I'm too over?
Sepertinya teman-temanku tidak seperti saya.
Bukan..
Bukan bermaksud mengatakan kalau mereka tidak berduka.
Hanya saja...

OBAT (Orientasi Bina Akhlak Terpadu)


 By : Qanith kurniawan A.K.A Niwax

OBAT adalah salah satu bagian dari aktifitas pengkaderan bagi Mahasiswa Farmasi universitas Hasanuddin. yang harus diikuti oleh setiap calon calon kader farmasi setelah melewati fase pertama yaitu P2MB (pengenalan dan pembinaan Mahasiswa baru) dan fase kedua yaitu RESEP (Reformulasi Sikap Etika dan Prilaku). Dan selanjutnya di OBAT(Orientasi Bina Akhlak Terpadu) ini. jadi seolah ada kesan unik yang digambarkan dengan kalimat “setelah ambil Resep, pergi ambil Obat” hehehe. Anak Farmasi memang kreatif.