By : Zindy regita
Errrggg it looks like I'm too over?
Sepertinya teman-temanku tidak seperti saya.
Bukan..
Bukan bermaksud mengatakan kalau mereka tidak berduka.
Hanya saja...
Ah.. hanya saja ini terlihat seperti aku yang terus saja bersedih.
Aku..
Hhh, ya aku merindukanmu kak.
Baru 4 hari kau pergi, tapi rasanya aku dan mereka sudah rindu sekali.
Untung saja hari ini lumayan sibuk.
Jadi, aku tidak terlalu larut dalam kesedihan ini.
Namun, kiriman-kiriman dari sahabatmu di social media,
mau tak mau membuatku merasakan hal itu lagi.
Ya ampun kakak, mereka begitu merindukanmu!
Mereka semua begitu menyayangimu!
Mereka sangat kehilangan sosokmu!
Apa kau tega?
Apa kau tega, wahai kakak yang baik?
Titik kecil yang kau tinggalkan begitu berbekas untuk mereka.
Mereka sungguh merindukanmu.
Kau harus tahu itu.
Aku tak bisa membayangkan, kak.
Kau kini sudah tiada.
Sudah pergi.
Dan sungguh berat rasanya jika membayangkan..
Ragamu kini sudah terkubur di dalam sana.
Rasanya perih sekali.
Ya ampun, kak..
Kemarin kau masih disini!
Kemarin kau masih tersenyum di sini!
Kemarin kau masih mengomeli kami!
Kemarin kau masih mengatakan bahwa angkatan kami itu.. semi solid.
Ya ampun, kak.
Rasanya baru kemarin..
Waktu memang tak adil.
Dunia memang begitu jahat.
Mengambil kebahagiaan kami disini.
Kak, aku hanya ingin minta maaf.
Mungkin aku terkesan tak bisa mengikhlaskanmu, ya?
Tidak kak, bukan begitu..
Aku hanya..
Aku hanya belum yakin.
Aku masih terbayang-bayang kejadian lama.
Kejadian yang sebenarnya belum lama.
Rasanya aneh sekali.
Rasanya wah sekali,
Rasanya ganjil.
Itu hanya perasaanku,
Aku yakin kau sudah bahagia.
Aku harap kau benar-benar bahagia.
Maaf kalau air mata kami masih mempersulitmu disana.
Kau tidak tahu betapa susahnya kami disini.
Waktu, tolong angkat kesedihanku.
Seperti kau mengangkat kebahagiaanku.

No comments:
Post a Comment