By : Qanith kurniawan A.K.A Niwax

Adapun kegiatan ini sifatnya mengarah ke pembimbingan ruhaniyah dan pendalaman Ilmu islam yang dibawakan dengan tema “Mewujudkan Farmasis muda yang Muwahid dan Rabbani”, kalau tak dibahasakan secara singkat bahwa kegiatan tersebut tak lain adalah Pesantren kilat.
Yah...kedengarannya mainstream sekali bukan?, ada sekelompok orang yang berada dalam suasana yang seluruh aktifitasnya bernuansa islami sekali. Seolah menjadi santri pesantren dengan Fokus Beribadah dan belajar ilmu ilmu islam paling tidak dalam beberapa hari, dimana hal hal tersebut sulit bahkan tak ditemukan dalam rutinitas sehari hari.
dan itulah yang kurang lebih seminggu lalu sempat saya dan teman teman jalani selaku Mahasiswa farmasi yang masih dalam masa bimbingan selama hampir 3 hari. Tuh kan...?!
bersama teman teman Muslim yang berjumlah 18 orang, kami sama sama mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia dimulai dari menerima materi materi islami yang sukses membuat beberapa peserta OBAT ngangguk-ngagguk tertidur karena materi yang diberikan sampai pukul 12.00 , hahaha. Juga ada Qiyamullail 9 rakaat yang disebut-sebutsebagai “jurit malam versi OBAT”. Sampai pada kegiatan Outbond yang lumayan menguras tenaga dan tawa.
entahlah bagi teman teman yang lain, bagi saya yang pernah melewati masa masa menjadi santri pesantren sungguhan, kegiatan ini seperti menjadi flashback tersendiri. Setidaknya benar benar menjadi “Obat jiwa”, karena setelah menjadi Mahasiswa farmasi seolah suasana hampir terbalik 180 derajat terutama dalam hal orientasi kehidupan dan hubungan sosial. Membuatsaya merasa ada yang hilang dari diri ini...saaaahh*apa mo*:P
Alhamdulillah,dalam kegiatan tersebut sedikit banyak yang telah saya dapatkan dan InsyaAllah akan saya jadikan point berharga sebagai bekal dalam hidup. yang paling menarik tentunya kami diajak untuk melihat “problem ummat” dari sudut kacamata islam,yang sesungguhnya sementara terjadi disekitar kita.
Lalu adapula materi yang saya anggap klimaks dari OBAT ini yaitu "bukan farmasis biasa”, yang intinya adalah mensetting pola pikir kami bahwa Farmasis itu tak sekedar berkutat dengan belajar dan hingga kelak bekerja atas tuntutan duniawi semata, namun juga ada hal yang orientasinya di arahkan kepada mendapat ridha Allah. Dan yang terpenting jangan menjadi farmasis kebanyakan diluar sanalah pokoknya...
Pada akhirnya OBAT ini meninggalkan kesan tersendiri buat saya dan insyaAllah teman teman pula. Benar benar banyak hal yang bisa dibawa pulang dari kegiatan indoor yang memerlukan kerja otak seperti terima materi dan diskusi serta kegiatan Outdoor yang memerlukan kerja fisik di Outbond. Dan tak salah kalau saya bilang bahwa kata “moral dan etika” yang sempat diagungkan agungkan di kegiatan RESEP sebelumnya tak berarti apa apa tanpa penyempurnaan Akhlak khususnya buat seorang muslim. Karena secara tak lansung Akhlaq telah menjadi dasar sekaligus penyempurna dari kedua hal tersebut. Dan itu berlaku untuk kita dalam menjalani amanah hidup dari Allah serta dapat diterapkan dalam membangun Muamalah (hubungan sosial) kepada sesama manusia. Ya Allah...lama lama bisa jadi khotbah jum’at nih..hahaha *gak penting*
Semoga tujuan dan maksud dari OBAT ini yaitu “menjadi Farmasis yang muwahhid dan Rabbani” serta lebih dari sekedar pembinaan Akhlakul karimah dapat terwujud..aamiinn, meski kegiatan ini seperti ini hanya dilaksanakan dalam jangka waktu 3 hari dan Cuma setahun sekali...*hiks*
And coming soon.............PDKMF!
Ok! Cukup sekian testimony pribadi saya, maaf atas segala kesalahan kata-kata...wassalam alaikum warahmatullah wabaraktuh!
Maros, 19 Februari 2015 pukul 20:42
Sumber : https://www.facebook.com/notes/niwax-kurniawan-ibnu-arham/obat-orientasi-bina-akhlak-terpadu/770658233029887?pnref=lhc
Sumber : https://www.facebook.com/notes/niwax-kurniawan-ibnu-arham/obat-orientasi-bina-akhlak-terpadu/770658233029887?pnref=lhc
No comments:
Post a Comment