Tuesday, 17 February 2015

Selamat jalan....ABDUL GAFFAR

By : Qanith Kurniawan A.K.A Niwax


Masih terkenang Pagi itu, tepatnya pukul 07.55...
ketika kuliah yang kadang kadang menjadi “nina bobo” belum dimulai, menunggu dosen diruang kelas sambil berselancar didunia maya. mendadak dari HP muncul panggilan dari salah satu sahabat, mengabarkan suatu hal tentang dirimu Gaffar, yang tiba tiba membuat jantung berdegup keras...”sangat kaget”  mungkin kata yang lebih tepat.

“niwa’.. meninggal mi Gaffar, tadi pagi ...”


Untuk sesaat tiba tiba ekspresi tak percaya muncul, dan saat selanjutnya hanya lirih yang terucap pelan ”inna lillahi wa innailaihi rajiun...ya Allah.....”
Awalnya ingin memastikan bahwa mungkin ini hanyalah candaan teman, namun mengingat datangnya info ini mendadak dan suara dari ujung sambungan seluler itu tak menyiratkan kesan sedikitpun bahwa ini bercanda, maka dipastikan berita duka ini benar..!
Sekali lagi aku hanya bergumam pelan “ya Allah...”

Ingin rasanya meneteskan air mata saat itu juga kalau saja tidak mengingat bahwa saat itu sedang dalam suasana kelas kuliah yang riuh dengan berbagai tingkah teman teman dan bersamaan saat itu pula muncul lah dosen yang siap membimbing mata kuliah. Maka urung niat untuk mengabarkan berita duka cita ini kepada seisi kelas. Takutnya hanya mengganggu konsentrasi kegiatan belajar.

Materi kuliah yang dibawakan bapak dosen pun terabaikan sudah...,sambil terhenyak bersandar di kursi, terasa baru kemarin kita sempat ber sua dan ternyata kini takdir Allah menghendakimu tutup usia.....
Maka terkenanglah dengan beberapa waktu yang lalu aku dan teman teman sempat menjengukmu di rumah sakit maupun tempat tinggalmu, saat kami masih dapat melihatmu terduduk lemah lunglai sambil menghirup nafas setengah-setengah. Terlihat Sangat sulit bagimu untuk bernapas normal dan kami tahu itu sangat tidak nyaman. Hanya do’a yang mampu kami panjatkan kepada Allah berharap kesembuhan untukmu menyelimut sedikit demi sedikit.

Namun Allah swt. ternyata memiliki maksud lain, ia lebih berkehendak untuk memanggilmu menuju ke haribannya. Ke alam yang dijanjikan kepada tiap manusia yaitu alam barzakh dan tempat transit menuju tempat penghakiman akbar di padang Mahsyar kelak.

Banyak teman temanmu yang mengenang kalimat kalimat ”mutiara” mu ketika engkau masih hidup, kerena masing masing punya kesan tersendiri tentang mu, namun aku hanya mengenang dua kata yang acapkali kau lontarkan sebagai ciri khas mu, “Addeh Super..”
Karena Sedikit banyak yang dapat aku ingat tentang dirimu sappo’, dimana pertama kali kita berkenalan di dalam kampus ijo Tahfizhul Qur’an, Darul istiqamah. Dan engkau mengawali pembicaraan denganku yang saat itu masih santri baru yang lugu...

“apa mu itu ka’ Naim? Sepupu mu bedeng???” kau bertanya

Aku mengangguk lalu pembicaraan pun mengalir hingga pada kemudian aku tahu kalau kau bisa dibilang “sepupu jauh” dan usiamu sedikit lebih muda dariku. Kita pun sama sama menjalani kehidupan santri di kampus Asrama hijau Tahfizhul Qur’an dengan berbagai uneg unegnya. Pernah tinggal satu kamar bangsal, saling test hafalan, berbagi pasta gigi, pernah berantem karena rebutan kasur dan lainlain. Hingga kau lebih memilih keluar dari Asrama untuk melanjutkan sekolah umum setelah Khatam hafalan Qur’anmu.

Hingga lama kemudian kami mengetahui engkau telah terdaftar sebagai Mahasiswa farmasi di Universitas Hasanuddin. Saat itu dengan kagum aku Cuma bisa bilang “cieeeeh tawwana’...” karena predikat Hafizh Qur’an mu lah yang membuatmu mampu lolos menjadi Mahasiswa. Secara tidak lansung kau lah yang menginspirasi untuk aku mengikuti jejakmu melewati satu jalan yang sama hingga bisa sampai di bangku kuliah Farmasi Unhas pula. Ahh..Tidak pantas rasanya berlama lama membicarakan mu yang telah berpulang kerahmatullah.

Pada akhirnya kini kau sudah lebih dulu menyabet title “Almarhum” dibanding title “Apoteker”, lebih dahulu menghadap pada Allah, bukti sang khaliq tak membiarkanmu berlama lama menahan rasa sakit yang amat sangat. Di usiamu yang sebenarnya masih terbilang sangat muda, 19 tahun. Dan semua karena Allah lah yang maha menentukan segala bentuk urusan Manusia bahkan sampai pada fase dan siklus kehidupannya. Namun InsyaAllah...ada hikmah yang terselip dari saat saat duka cita ini.

Namun masih terasa sesak di dada, ketika kenyataannya aku tak sempat hadir menyaksikanmu terakhir kali di giring ke liang lahat terbalut putihnyakafan...,maka shalat gaib pun telah ku tunaikan menjadi pengganti halanganku melayatmu, paling tidak untuk meraih satu qirath ...

Teriring do’a untukmu, mengalir satu satu tak terputus...
semoga Amal dan ibadah yang telah engkau lakukan dapat diterima dan diridhai olehAllah azza wa jalla...
semoga hafalan Qur’an yang telah engkau miliki dapat menjadi syafa’at...
dan cahaya yang terang bagi mahkota kedua orangtuamu diakhirat kelak...

serta keluarga yang engkau tinggalkan dapat diberi ketabahan dengan kepergianmu....

TURUT BERDUKACITA
TAHFIZHUL QUR’AN, Darul Istiqamah  /  UKHUWAH COMMUNITY (UC alumni IBS 2012)  /  KEMAFAR – UH (Keluarga Mahasiswa farmasi Unhas)  /  THEO13ROMINE (2013) / GB 11 / dan seluruh sahabat & teman dekatnya...

 Allahummagfirlahu, warhamhu wa afihi wa’fu ‘anhu wakrim nuzulahu wawassi’ madkhalahu wagsilhu bima-in wastsalji wabaradinwa naqqihi min khataya kama yunakka tsaubul abyadhu minaddanas, wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi waqihi fitnatal qabri wa‘adzabannar...Allahumma Aamiinn

Selamat jalan sappo’...Abdul Gaffar
Waketan Theo, gapparo’, Doraemon...
 Di hari ke 4 setelah kepergianmu

Maros, 15 Februari 2015 pukul 21:11
Source : https://www.facebook.com/notes/768700799892297/ 

No comments:

Post a Comment