Pagi ini, aku terbangun dari tidur nyenyakku. Aku dibangunkan alarm
handphone-ku, kuperhatikan catatan yang ada, "rapat angkatan" begitulah
yang tertulis. Aku mengucek mataku kembali. Aku agak malas mendengar
kata itu. "Tak usah hadir", "tak ada gunanya" si tanduk merah kembali
membisikkan mantra keramatnya di telingaku. Aku mulai ditariknya ke
pusat gravitsa pagi, kasur.
Aku mencoba mempertahankan kesadaranku, aku berbaring. Aku memandangi langit-langit kamarku, kucoba merenung dan mempertimbangkan apakah aku akan pergi atau tidak. Kuingat kembali wajah teman seangkatanku dan rapat-rapat sebelumnya, aku menjadi malas karena pasti pembahasannya itu-itu saja.
Tapi, kembali kupikirkan baik-baik. Kucoba kata-kata yang sering berkumandang saat rapat "Bergerak atau tergantikan" Kucoba duduk. kulihat meja belajarku, masih ada laporan yang belum beres. "Apakah mendingan aku kerja laporanku saja ?? lagi pula pasti tak semua teman akan hadir" pikirku. Kembali pikiranku berkecamuk, antara pergi atau tidak, aku mulai memikirkan hari yang telah kulewati. Semua susah yang kami lewati selama setidaknya empat bulan ini.
Aku merasakaan sebuah atmosfer persahabatan, bukan, kekeluargaan mungkin tepatnya. Walau terkadang ada beberapa temanku yang egois, tapi masih saja ada temanku yang dengan tangguhnya tetap peduli terhadap kawannya yang kesulitan.
Kuingat kembali saat pengumpulan, saat kami "dipaksa" makan bersama sampai tak bersisa. Aku tersenyum, aku baru sadra, ternyata dibalik semua itu aku berpikir bahwa ada filosofi yang terkandung di dalamnya. Bila makanan diibaratkan masalah, maka kami harus menghabiskannya bersama, bila ada yang telah selesai dengan masalahnya, segeralah bantu temanmu yang sedang ber-masalah.
Kok malah berputar-putar sih bahasannya ?? Ah, sudahlah, terima kasih
Aku mencoba mempertahankan kesadaranku, aku berbaring. Aku memandangi langit-langit kamarku, kucoba merenung dan mempertimbangkan apakah aku akan pergi atau tidak. Kuingat kembali wajah teman seangkatanku dan rapat-rapat sebelumnya, aku menjadi malas karena pasti pembahasannya itu-itu saja.
Tapi, kembali kupikirkan baik-baik. Kucoba kata-kata yang sering berkumandang saat rapat "Bergerak atau tergantikan" Kucoba duduk. kulihat meja belajarku, masih ada laporan yang belum beres. "Apakah mendingan aku kerja laporanku saja ?? lagi pula pasti tak semua teman akan hadir" pikirku. Kembali pikiranku berkecamuk, antara pergi atau tidak, aku mulai memikirkan hari yang telah kulewati. Semua susah yang kami lewati selama setidaknya empat bulan ini.
Aku merasakaan sebuah atmosfer persahabatan, bukan, kekeluargaan mungkin tepatnya. Walau terkadang ada beberapa temanku yang egois, tapi masih saja ada temanku yang dengan tangguhnya tetap peduli terhadap kawannya yang kesulitan.
Kuingat kembali saat pengumpulan, saat kami "dipaksa" makan bersama sampai tak bersisa. Aku tersenyum, aku baru sadra, ternyata dibalik semua itu aku berpikir bahwa ada filosofi yang terkandung di dalamnya. Bila makanan diibaratkan masalah, maka kami harus menghabiskannya bersama, bila ada yang telah selesai dengan masalahnya, segeralah bantu temanmu yang sedang ber-masalah.
Kok malah berputar-putar sih bahasannya ?? Ah, sudahlah, terima kasih
No comments:
Post a Comment