Tuesday, 17 February 2015

HUAAA...!!!

By : Qanith kurniawan A.K.A Niwax

 

Assalamualaikum wa rahmatullahi wabarakatuh...!



Aahhh...tidak terasa sudah ada berbulan bulan sejak terakhir kali nulis notes di mari, kalo gak salah hari hari setelah lebaran tahun 2014 lalu. Saat itu banyak hal yang membuat pemilik akun yang kece ini (kurang lebih begitu...hehe) agak malas dan ogah-ogahan lagi buat nulis panjang kali lebar seperti notes notes sebelumnya.

Entah lah bila teman teman yang biasanya baca tulisan saya yang berupa cerita “true story”, opini, sekedar curcol maupun yang sifatnya mengarah ke da’wah islamiyyah sudah beralih kiblat ke SocMed yang laen. Dianggap lebih keren dengan menggunakan media media tersebut dan yang pastinya “lagi trend-trendnya”. Ah sudahlah...lagian siapa juga friend’s pesbuk yang mau jadi pembaca setia tulisan amburadul saya....hiks! *lupakang ma’..*


Bukannya atas karena apa sih yang membuat saya menjadi malas posting catatan untuk waktu yang lama (lama bangeeet malah..), selain karena satu dan lain hal juga karena memang gak ada mood aja buat nulis.
menjadikan menulis sebagai hobby bahkan sampai telah memproklamirkannya ke orang orang secara tidak lansung menuntut diri sendiri untuk terus berkarya dalam bentuk “kata kata”.saya selalu berpendapat bahwa “setiap waktu adalah pengalaman dan setiap pengalaman patut untuk dituliskan sebagai cerita sejarah” menjadikan saya selalu saja terpikirkan bahwa mengapa tidak untuk selalu mencatat setiap moment perjalanan hidup saya, apalagi yang sifatnya moment menarik dan pengalaman berharga. Akan sangat sayang sekali bila terlewat begitu saja tanpa ada bekas, paling tidak yaaaa.....disalurkan kurang lebih seperti menulis diary. Haha “hellaaaw..hare genneee nulis diary, lahir taon berapa mas?!”

Bisa dibilang alasan utama adalah tentunya diri ini telah menyandang status sosial yang disebut sebut Agent of change dalam strata Masyarakat serta dianggap sebagai Medium Class karena dinilai mampu untuk menjadi jembatan penghubung antara Low Class (Masyarakat) dengan High Class  (Pejabat pemerintahan). MasyaAllah, mau bilang udah jadi MAHASISWA aja susah bener, bahasanya Makalah banget..!
Yap begitulah... daku kini telah menjadi mahasiswa di Universitas Hasanuddin(UNHAS) Makassar tepatnya sekarang sedang menjalani kegiatan perkuliahan dalam program studi FARMASI.

Sebenarnya banyak hal yang dapat saya kisahkan dari pengalaman pengalaman yang telah saya lalui semenjak menjadi seorang Mahasiswa sampai sekarang. Termasuk banyaknya kesulitan yang saya hadapai dengan ilmu ilmu terapan yang dipelajari. Namun takutnya jari jari imut ini bisa bisa keriting dan rontok karena saking banyaknya yang dapat menjadi tulisan... *gak penting*

Dan diakui memang semenjak menjadi mahasiswa farmasi waktu luang semakin menjadi barang langka. Bahkan kata “Libur” pun mulai hilang dari kamus kehidupan saya, saking padatnya kegiatan dari yang sifatnya akademik maupun keMahasiswaan. Bila ada saja yang beruntung mendapatkan satu waktu “free” tanpa ada kegiatan maupun ngerjain tugas maka itu adalah waktu yang paling afdhol buat berleha leha dengan agenda utama yaitu Bobo’ cantik...hehe

Maka dari itulah kebetulan nemu kesempatan buat nyoret nyoret notes lagi lansung sambar aja...!dan pengennya Cuma teriak “huaaaa...!akhirnya nulis bebas lageeee...!” meskipun itu dalam jangka WAPITNAS (Waktu kejePIT NASional). Maunya nulis satu persatu pengalaman tersebut namun karena terasa saking banyaknya yang pengen diceritakan malah bingung sendiri mau mulai dari mana.

Namun bagi saya, sebenarnya dapat dikatakan kalau cerita kehidupan mahasiswa yang banyak berseliweran dikampus tak jauh berbeda ketika saya masih berada di Asrama pesantren dulu. Bertemu dan berkumpul dengan banyak jenis watak orang yang berasal dari berbagai latar belakang daerah dan suku, serta sama sama mempelajarai suatu disiplin ilmu. Yang sedikit membedakan hanyalah beberapa diantaranya ada yang memiliki agama berbeda dan saya mau tak  mau harus dihadapakan pada suatu kondisi dimana kaum hawa lebih mendominasi, nah disini nih uniknya. Kaya’nya telah menjadi sebuah Sunnatullah  bagi semua jurusan ilmu kesehatan seperti kedokteran, keperawatan, kesehatan Masyarakat maupun Farmasi, kalau mahasiswa nya pasti kebanyakan adalah perempuan.

Bayangkan saja, dalam satu angkatan saya terdapat kurang lebih 150 orang yang berhasil masuk ke program studi ini, hanya ada 26 orang laki laki termasuk saya dan selebihnya........BENCONG! Hehehe gak lah ding, tentu saja 124 sisanya adalah perempuan.
Sangat berbanding terbalik dengan suasana pesantren yang telah saya lalui. Secara perlahan mengharuskan saya untuk terus belajar beradaptasi dengan kondisi tersebut namun disaat bersamaan harus tetap menjaga izzah saya sebagai Muslim tulen dan bermartabat, asseeek! *padahal kenyataannya gak gitugitu amat*

Kembali ke uneg uneg ane yang di awal tadi kalau sekarang itu sangat susah mencari saat dimana otak ini bisa sesekali di refresh paling tidak dengan dua hobi andalan saya yaitu menggambar ataupun dengan yaaa...menulis seperti ini.
Hampir setiap hari selalu saja berhadapan dengan aktifitas yang harus memeras pikiran dan energi diwaktu bersamaan. Dan itu bukan hanya saya, teman teman satu angkatan pun merasakan hal yang sama. adapula yang bilang “Kalau dulu bingung waktu luang mau ngapain sekarang bingung nyari kapan ada waktu luang”  haha, dan memang begitulah kenyataannya.

Rata rata banyak yang mengeluhkan problem seperti itu dengan berbagai tingkatan mengeluh mulai dari yang Cuma bisa pasrah sambil pasang muka kuyu sampai yang hobi menggerutu. Namun mengeluh akan keadaan yang sulit itu wajar bukan? Yang menentukan adalah bagaimana sikap kita setelah mengeluh, apakah memperturutkan emosi dan menyalahkan keadaan atau terus mencari solusi dan jalan dari masalah yang dihadapi sambil terus berharap kepada Allah, betul gak??? Betul dong...*mode-Tausyiah*

Yak begitulah sodara sodara, saya Cuma berharap agar kesibukan sebagai mahasiswaini tidak menghalangi saya untuk terus berkarya ataupun sekedar nyatet nyatet hal yang sekiranya bermanfaat dan dapat dibagi ke temen temen pesbuk, entahlah kalau tulisan yang barusan anda baca ini ada manfaatnya atau tidak...wkwkwk. jangan sampai hobi nulis buah pikiran dari gudang imajinasi saya yang kata orang sih luas dan sering kebablasan tergantikan dengan hobi membaca kitab wajib anak farmasi seperti Farmakope dan sejenisnya. Apalagi ditambah dengan pake kacamata setebal tripleks, muka rada kusut dan badan kurus kering karena sibuknya belajar ampe lupa merawat diri. Ya Allah...dzat yang jiwaku berada ditangannya aku berlindung dengan hal yang demikian...amit amit

Walaupun memang jikalau telah menyandang status mahasiswa sudah sangat wajar jika kesibukan nomer wahid adalah belajar dan belajar. Namun jangan sampai aktifitas untuk menjaga kesehatan dan penampilan pribadi hingga bersosialisasi dengan sesama menjadi di duakan. Sekali lagi betul gak??
nasehat diatas ambil yang positifnya aja yah...meski sebenarnya yang ngasih nasehat juga bukan orang berpengalaman jadi mahasiswa (lah wong baru semester dua)hahahaha....

oke,mungkin cukup sekian....and Thank’s ber two-be-to-be udah mau repot repot baca notes gak penting dan absurd ini. lagi pula ane udah cape’ ngetik..., mau ngobrolin apa juga gak jelas jelas amat..hehe
semoga kedepannya masih punya kesempatan buat nulis lagi dan insyaAllah mengarah ke yang bermanfaat dan dapat menambah khazanah ilmu buat sekalian makhluk dunia maupun akherat, aamiinnn (di amin kan kodoonng..)
syukran,Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...


Maros, 8 Februari 2015 pukul 20:41
Sumber : https://www.facebook.com/notes/764996613596049/


No comments:

Post a Comment