Oleh : Fitri Rustam
Dunia kesehatan adalah suatu bagian
yang sangat penting dan mendasar dalam kehidupan masyarakat di belahan dunia
manapun. Berbicara tentang yang berperan di dalam dunia kesehatan ini, bila
kita bertanya tentu saja masyarakat akan menjawab dialah dokter ataupun perawat
dan bidan. Keberadaan apaoteker sampai hari ini sepertinya memang masih
dipandang sebelah mata ataupun kurang dikenal oleh masyarakat. Seperti yang
kita ketahui, pencitraan dalam sebuah keprofesian merupakan salah satu tolak
ukur keberhasilan profesi tersebut dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat.
Kadang saya berpikir apa kendala dari profesi ini
sehingga kurang terkenal. Ternyata salah satu diantara penyebabnya adalah
kurangnya kontak atau hubungan langsung dengan masyarakat. Saat seeorang hendak
menukarkan resep di apotek, rata-rata yang melayani dan mengambilkan mereka
obat bukan apoteker langsung, munhkin asistennya ataupun mungkin orang yang
berada di rumahnya dan ditugaskan untuk menjaga apotek. Oleh karena itu, citra
apoteker di mata masyarakat telah terwakilkan leh orang yang melayani pembelian
obat ini, karena setahu masyarakat, apoteker adalah orang yang bekerja di
apotek.
Dokter memang selalu dikaitkan memiliki peranan penting
atau bahkan satu-satunya profesi terpercaya di mata masyarakat tentang
kesehatan. Citra ini merupakan keajaiban efek jas putih yang selalu
dikenakannya. Kaitannya dengan apoteker dan farmasis, dalam hal ini tentu saja
kita kalah. Sangat jarang dijumpai di rumah sakit atau di pusat layanan
kesehatan lainnya ada orang yang memberikan pelayanan kesehatan dengan
menggunakan tanda pengenal lain selain jas putih atau pakaian perawat. Dengan
kata lain, kita kurang memanfaatkan identitas kita.
Saya sempat bertanya dengan beberapa teman saya tentang
persepsinya terhadap profesi apoteker, kebanyakan dari mereka mengaku kenal dan
tau namun definisi kenal dan tau mereka dengan saya ternyata terlampau berbeda
jauh. Yang mereka ketahui adalah apoteker adalah orang yang bekerja di apotek,
itu saja. Namun ada seorang teman yang memberikan jawaban cukup berbeda dari
kebanyakan lainnya, ada hal menarik dalam jawabannya ketika saya bertanya siapa
itu apoteker. Dia menjawab bahwa apoteker ini adalah dokter masyarakat yang tau
banyak tentang obat. Lalu saya melanjutkan bertanya bahwa kalau apoteker adalah
dokter masyarakat, lalu apa bedanya dengan dokter (sungguhan)? Jawabannya bahwa
jelas beda, dokter memiliki pengetahuan yang lebih luas tentang penyakit
sedangkan apoteker tidak. Sambil tertawa geli, saya pun menimpalinya dengan
lagi-lagi bertanya bahwa apabila dokter memiliki pengetahuan yang lebih luas
tentang penyakit, maka penyakit-penyakit yang (hanya)
diketahui
luas oleh dokter ini apakah ada obatnya? Dia menjawab tentu saja ada. Saya
kembali bertanya, lalu apakah apoteker yang membuatnya tidak mengetahui tentang
obat apa yang ia buat dan hanya membuat obat secara asal-asalan? Lalu dia pun
ikut tertawa dan menjawab kembali tentu saja apoteker mengetahui penyakit itu layaknya
dokter. Akhirnya saya sampai pada pertanyaan inti saya, tapi kenapa dokter
lebih popular disbanding apoteker? Dia terdiam sejenak lalu menjawab “karena
mereka jarang ditemukan”. Saya pun tersenyum lalu mengucapkan terima kasih atas
jawabannya.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesalahan mendasar
dalam gagalnya apoteker membangun citranya sendiri berasal dari dalam diri kita
sendiri. Saat kita terjun di lapangan, maka gagasan mulia kita saat masih
berstatus mahasiswa kadang pudar akibat adanya kepentingan yang menjadi tujuan
utama yaitu finansial. Kita yang sebenarnya mengetahui apa yang terjadi
perlahan menutup mata dengan kondisi yang ada dan mencari aman dengan
melanjutkanapa yang telah terjadi dari masa-masa sebelumnya. jadi, apabila ini
tetap berlangsung maka dapat dipastikan bahwa kedepannya profesi kita akan
semakin terkubur dan tak dikenali oleh masyarakt. Untuk melakukan perubahan ini
tentunya harus dimulai dari diri masing-masing misalnya dengan memperkuat basic
dan mendalami betul tentang disiplin ilmu kita karena jika kita telah
mengetahui dsn memahami sesuatu dengan baik maka kit akan lebih leluasa untuk
berbuat. Salah satunya berbuat untuk mengubah pandnagan masyarakat dan
membentuk citra kita sendiri.
No comments:
Post a Comment