Monday, 16 March 2015

Garam

 By : Jabal Rachmat H.

  Alkisah, ada seorang pemuda yang mengalami depresi berat. Dia mengalami begitu banyak masalah yang dataang silih berganti. Dia merasakan bahwa hidupnya sangat sulit. Dia pun memutuskan untuk bertemu dengan seorang bijak. Saat sampai di rumah sang bijak, si pemuda berkata pada sang bijak "Wahai orang yang terkenal bijak, saya mengalami begitu banyak masalah. Tuhan sudah tidak sayang lagi sama saya. Dia membenci saya. Saya rasa, hidup saya sudah tak ada artinya lagi. Apa yang harus saya lakukan ??". Sang bijak langsung tersenyum, alih-alih menjawab pertanyaan sang pemuda, dia malah mengajak pemuda tersebut ke tepi sebuah danau.


    Di tepi danau tersebut, sang bijak memberikan si pemuda segelas air, lalu memberi si pemuda itu segenggam garam dan memintanya untuk mengaduk garam tersebut dan meminta si pemuda mencicipi rasa air tersebut. Lalu sang bijak bertanya "Bagaimana rasa air itu ??", "Asin, asin sekali" jawab si pemuda. Kemudian sang bijak memberikan sekarung garam kepada si pemuda, lalu memintanya untuk menumpahkan sekarung garam tersebut ke dalam danau yang luas. Lalu sang bijak meminta si pemuda untuk mengaduk air danau dan mencicipi rasanya. Sang bijak bertanya lagi "Bagaimana rasanya ??". Sang pemuda menjawab "Rasanya tawar, meskipun telah saya tumpahkan sekarung garam".
   Sang bijak tersenyum lalu mengusap kepala si pemuda dan berkata, "Nak, garam itu ibarat masalah yang kau hadapi. Sedangnkan danau dan gelas tadi itu ibarat hatimu, jika hatimu terlalu sempit seperti gelas tadi, maka masalah yang hanya segenggam itu akan sangat terasa bagimu. Akan tetapi bila hatimu seluas danau ini, maka meskipun sekarung masalah yang kau hadapi, itu tak akan terasa bagimu. Perbesarlah hatimu nak. lapangkanlah dadamu".

*Hikmah dari kisah tadi, semuanya tergantung hati kita. Bila hati kiat sempit untuk menerima masalah, maka masalah yang meskipun kecil akan terasa sangat berat bagi kita dan mampu menjatuhkan kita. Akan tetapi, bila kita memiliki hati yang lapang dan luas, meskipun begitu banyak masalah yang kita hadapi itu tak akan jadi persoalan bagi kita. Maka perluaslah hati kita. jadikanlah hati kita hati yang lapang untuk menerima segalanya.

No comments:

Post a Comment