Wednesday, 4 March 2015

Kita hari ini

By : Jabal Rachmat


**Mari sejenak kita merenung dari banyaknya tugas yang harus kita selesaikan. Mari sejenak kita berpikir dari bertumpuknya laporan yang wajib dikumpulan. Mari sejenak kita lupakan dari banyaknya lab yang tak boleh ditinggalkan. Mari sejenak kita kembali mengenang dari bertambahnya pantulan yang membuat kita pusing.

**Tak usah kita saling berangkulan tangan lagi. Tak usah kita berpegangan tangan lagi. Cukup pejamkan matamu dan resapi. Cukup dengan tutup matamu dan hayati. Apa yang telah kau leawti selama ini. Apa yang sudah kau jalani selama ini. Bersama siapa kau ?? Dengan siapa kau ?? Tak ada jawabann yang akan menjawab, "laporan". Tak akan ada jawaban yang menjawab, "Pantulan".


**Kita ada di farmasi ini untuk bisa mempelajari ilmu meracik obat. Tapi sadarkah kita semua, bila yang seharusnya kita obati terlebih dahulu adalah hati kita. Yang harus kita obati terlelebih dahulu adalah jiwa kita. Karena sesungguhnya jiwa dan hati kita masih sakit. Mereka butuh pengobatan yang bernama "kebersamaan".

**Mungkin selama ini, kita menangis saat laporan kita BATAL. Mungkin selama ini, kita mengeluh karena lab kita yang ditunda. Mungkin selama ini, kita berkeluh kesah bila pantulan kita menggunung. Tapi sadarkah kita bahwa selama ini, siapa yang menghapus air mata dan membuat kita tersenyum ?? Siapa yang rela mendengar keluhan dan membantu kita ?? Siapa yang rela menerima keluhan kita dan tersenyum pada kita ?? Hanya satu jawabnya, TEMAN.

**Ini bukan tentang pengkaderan. ini bukan tentang laporan, apalagi pantulan. tapi ini demi fitrah kita sebagai manusai, saling menolong. Tegakah kalian mendengar teman kalian dimarahi hanya karena kesalahan kita ?? Tegakah kalian melihat teman kalian kesulitan kesana kemari hanya untuk meminta tanda tangan.

**Terlalu sibukkah kita hingga tak ada waktu untuk menolong orang yang selalu siap membantu kita ?? Terlalu beratkah hidup kita hingga membuat kita menutup mata dengan sekitar kita ?? Buka mata kita.

Makassar, 5 Maret 2015.

No comments:

Post a Comment