By : Zindy Regita
Ciyee, yang lagi pegang kuenya :')
We are we are we are we are...
Made by your friend. I'm crying..
Selamat jalan kak.
20 Desember 1995 - 12 Februari 2015
February 14th, 2015Pantas saja hari itu mendung.
Pantas saja hari itu hujan turun.
Ternyata langit sedang bersedih.
Ternyata langit sedang menunjukkan perasaannya.
Walaupun langit bersedih, malaikat di surga sedang bersiap menyambut kedatangan anggota baru.
Ya, anggota baru kerajaan surga.
Hmm, sedang apa dia di sana, ya?
Mungkin sedang menikmati waktunya yang baru terbilang 2 hari.
Aku penasaran, sangat penasaran.
Kakak sedang apa, ya?
Kalau saja kakak masih berada di sini, mungkin kakak sedang mengikuti OBAT.
Ya, menjadi panitia OBAT bersama kawan-kawan kakak lainnya.
Tapi itu kalau kakak sehat.
Kalau kakak sakit, mungkin kakak masih terbaring lemah di atas tempat tidur.
Tapi, sekarang kakak sudah bahagia, bukan?
Tentu saja!
Perasaan sakit yang menyerang itu kan sudah pergi.
Kakak pasti sedang merasa sangat sehat sekarang.
Dan juga bahagia.
Aduh kakak ini..
Kakak mungkin bahagia di sana.
Tapi bagaimana dengan kami yang masih disini?
Dirundung duka yang mendalam.
Kakak terlalu cepat pergi, kau tahu?
Hey Kakak Gaffar!
Kau belum melihat adik-adikmu angkatan 2014 menjadi warga KEMAFAR!
Kenapa sudah pergi duluan?
Huh, kakak ini jahat sekali sih.
Aku jadi ingat waktu kami memberikan kakak kue nightmare kecil itu.
Waktu itu kakak sedang berulang tahun.
Wah, kejadian itu baru 2 bulan yang lalu loh.
Alangkah bahagianya hari itu.
Siapa yang sangka bahwa 53 hari setelah kakak berulang tahun, kakak akan meninggalkan kami?
Kejadian hari itu sangat lucu, kak.
Bukan hanya kami yang menyaksikannya.
Kak Eca, partner-mu sebagai perangkat angkatan juga ada.
Sayang sekali kak, foto-foto hari itu hilang.
Hanya tersisa foto-foto absurd di handphone-nya Kian.
Sebenarnya tidak absurd sih, muka kami saja yang jelek karena belum siap difoto.
Kalau fotonya kakak sih, wah ganteng sekali! Hahaha..
Keesokan harinya saat pembinaan, kakak sendiri yang datang untuk memberiku scooty.
Eww menyebalkan! Aku sangat membenci minuman khas Farmasi -UNHAS itu, kak.
Tapi apa yang kakak bilang?
Kau bilang "kan kemarin kau kasihka kue, sekarang ku kasihko scooty."
Alasan yang bagus kak -_-
Sekarang kau tahu, kak?
Aku sangat merindukan scooty itu.
Hmmm...
Tanggal 12 Februari kemarin menyedihkan sekali.
Langit berduka.
Langit bersedih.
Gedung baru Farmasi -UNHAS berubah gelap.
Duka itu sungguh menyiksa kami semua.
Sungguh..
Di ruangan Kleinhovia hospita, saat mata kuliah Farmasi-Fisika sedang berlangsung,
kabar duka itu datang.
Aku shock!
Aku tidak menyangka, benar-benar tidak menyangka.
Aku harap teman-temanku sedang membuat lelucon.
Tapi apakah pantas yang seperti itu dikatakan lelucon?
Ketika Pak Muzakkir Rewa membuka pintu, sangat terasa perasaan menyesakkan itu.
Kulihat teman-teman seangkatanmu menangis.
Sebagian lagi sedang melamun, mungkin masih terlalu terkejut.
Akupun sama.
Aku menangis di kursiku.
Walaupun Pak Muzakkir terus melanjutkan mata kuliahnya, aku tidak peduli.
Bagaimana mungkin aku bisa berkonsentrasi?
Aku menangis.
Malu sebenarnya ketika teman-temanku melihatku menangis.
Tapi mau bagaimana lagi? Mataku sangat bandel.
Saat itu kami ingin sekali mengantarmu ke tempat peristirahatanmu yang terakhir.
Sayang, kondisi tidak memungkinkan.
Karena langit terus bersedih sepanjang hari.
Kak Gaffar, sekali lagi aku beritahu.
Kakak pergi terlalu cepat!
Lantas, siapa yang akan menjadi pendamping GB kami?
Kakak tega membiarkan Kak Regina sendirian menghadapi kami yang nakal ini?
Ya ya ya, aku tahu ini too over.
Tapi kami merindukan semua kenangan itu.
Kami rindu di saat FGD pertama kami.
Ketika kau menanyakan nama, asal, dan alasan kami masuk Farmasi.
Ku ingat jelas peristiwa itu terjadi di depan Perpustakaan Pusat.
Kau juga menyuruh kami meyimpan foto orang yang bisa membuat kami semangat lagi ketika kami sedang down.
Aku melakukannya.
Aku menyimpan foto Ibuku di dompetku.
Sampai sekarang.
Sampai kau pergi.
Kami merindukan kata-kata emasmu.
Kami merindukan wajahmu.
Kami merindukan semuanya.
Aku saja merasa sedih.
Bagaimana dengan keluargamu?
Bagaimana dengan sahabat-sahabatmu?
Bagaimana dengan THEO13ROMINE?
Bagaimana dengan mereka yang sudah kenal dekat denganmu?
Banyak yang merasa kehilangan kak, banyak sekali..
Kakak, kau begitu baik pada semua orang.
Surga memang tempat yang terbaik untukmu.
Aku hanya masih tak menyangka.
Semoga kau bahagia disana, kakak.
Kami akan selalu merindukanmu.
Selamat jalan, kak.
Selamat jalan..
Sampai bertemu lagi..
http://zindyree.blogspot.com/2015/02/dia-sudah-pergi.html



No comments:
Post a Comment